
Hari ke-dua...
Pagi hari, sebagaimana hari-hari di Indonesia. Bangun jam 4 pagi, and ternyata disini subuh tuh baru jam 6 waktu setempat. Mo tidur lagi susah, maklum terserang home sick (belum lagi 24 jam). Kelar sholat (jam 6), seharusnya udah sarapan. Tapi masih menunggu siang, karena ya itu tadi.
Kelar sarapan kami berangkat ke ADNI di Taman Sri Ukay Selangor. And then kembali kendaraan taxi jadi favorite. Si supir ternyata dari jawa, dah 20 tahun mengabdi (bahasa lain gawe) di Malaysia. Mas Ahmad namanya dari lamongan. Ternyata banyak juga yach kita mengekspor TK (tenaga kerja). Disini tenaga informal memang jarang sekali diisi oleh orang-orang melayu. Kebanyakan etnis India, china atau jawa.
Kami diterima dengan baik, meski pagi itu belum dapat bertemu dengan CEO dari ADNI yakni Mr. Hasni Muhammad. Ditemani oleh Ust. Mualimin, principal secondary school (smp). Kami mengunjungi kelas-kelas, ruangan belajar yang ada di ADNI. Semakin jelas bagi kami gambaran sebuah sekolah yang berkualitas, dan bukan tidak mungkin bisa kami terapkan di Gema Nurani, sekolahnya tidak penting, yang penting sistemnya, Islam! Begitu pesan Mr.Hasni suatu ketika.
Siang hingga petang aku habisin di warnet, sambil upload cerita pertama. Charge 1 jam RM 3, alias Rp. 9.000. Tiga kali lebih mahal dari Jakarta.
Menjelang malam kami akhirnya bisa menemukan surau dekat penginapan, ini lagi salah satu perbedaan dengan di tanah air. Agak sulit menemukan Mesjid dan surau, jangankan itu, azan saja tidak terdengar. Tidak semua station televisi menayangkan kumandang azan, so me reka-reka kapan datang waktu sholat.


0 komentar:
Poskan Komentar